Dr. H. Suf Kasman, M. Ag., M.H., M. Pd

"๐•ƒ๐•–๐•Ÿ๐•ค๐•’ ๐•๐•ฆ๐•ฃ๐•Ÿ๐•’๐•๐•š๐•ค๐•ฅ๐•š๐•œ ๐•€๐•ค๐•๐•’๐•ž๐•š ๐Ÿ’ž๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—•๐—”๐—› ๐—•๐—˜๐—ก๐—–๐—”๐—ก๐—” ๐—”๐—Ÿ๐—”๐— : ๐—ฃ๐—”๐—ก๐—š๐—š๐—จ๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—–๐—œ๐—ง๐—ฅ๐—”๐—”๐—ก ๐—ž๐—”๐—จ๐—  ๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—ง๐—˜๐Ÿ’ž ๐™Ž๐™ช๐™› ๐™†๐™–๐™จ๐™ข๐™–๐™ฃ DI NEGERI-KU, ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต demi ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต

terus bergema nan bertalu-talu. ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam di Sumatera saat tulisan ini turun tembus 940 korban jiwa, 276 Hilang. Sungguh, tembang kematian di Serambi Mekkah berjibun, menyayat hati dan mendukacitakan Padamu Negeri. Bumi pertiwi-ku sedang berduka! ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam 3 provinsi di Sumatera jadi introspeksi Nasional, yang layak ditetapkan

sebagai โ€˜Bencana Nasionalโ€™. Habis Gelap Terbitlah kelam pekat. Habis banjir disertai tanah longsor terbitlah ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam karena ulah manusia tak bernurani. Alam kosmos di Bumi Melayu berteriak seperti seorang Raja โ€˜Mattenreโ€™ Lusรฉโ€™ sedang naik pitam. Loka dan mayapada-nya mengamuk tak terkendali. Memukul, menendang, membanting, menghajar, meluluhlantak dan

meremukredamkan apa saja yang ada di sekitarnya. Paku bumi ikut bergeser berderit-derit. Tanah meradang, bergelombang liar. Menumbangkan pohon, merobohkan atap. Desa-desa hilang tersapu banjir โ€˜fluvialโ€™ dan berubah jadi aliran sungai. Jerit pilu penghuninya yang masih ditakdirkan hidup berlarian kehilangan arah. Oh Tuhan, Sanksi apa lagi ini? Tidak mungkin Engkau hadirkan

๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam, kecuali penduduknya pernah melakukan pelanggaran berat dan โ€˜tikung kiriโ€™. Siapa biang keroknya? Siapa lagi yang memperkosa keperawanan hutan lindung? Jangan-jangan ๐˜ข๐˜ด๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฃ-nya komunitas Termul dan paguyuban Buzzer lagi. Soalnya, tidak sedikit orang muak melihat ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ koloni ini. Rekam jejaknya fatal, ranking teratas

mampu merekayasa artifisial. Yaitu jago memproduksi โ€˜kepalsuanโ€™ tanpa tersentuh hukum. Boleh jadi komplotan pelaku ๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ (penebangan liar) menyebabkan ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam adalah pion-pion-nya. Coba usut asal-usul kayu gelondongan yg hanyut itu? Sungguh, keterlaluan! Sang Gelojoh bin Serakah suka merusak gunung &

menggunduli hutan demi margin tambang ilegalnya. Mereka tidak mempunyai hati nurani. Lebih mementingkan diri sendiri, keluarga dan kroninya. ** Menurut BMKG โ€˜Penyebab ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต banjir di Sumatera, karena perubahan iklim memicu curah hujan ekstremโ€™. Sementara โ€˜Juru Ulasโ€™ berkata ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam di Sumatera, โ€œDisebabkan kombinasi faktor alam dan

ulah manusiaโ€™. Yang lainnya, Komentator alias ๐˜“๐˜ข ๐˜’๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ-๐˜ฑ๐˜ข๐˜ถ menyebut โ€˜๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต datang โ€˜karena Tuhan sedang mencubit kitaโ€™. Oh itu keliru, kata penyanyi kondang Ebiet G. Ade. Melalui Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatifnya. Bahwa Hadirnya ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam โ€œ๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ

๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ขโ€. Bila Anda tidak percaya, โ€œ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฐ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ!โ€ Lanjut Ebiet G. Ade. Pasca ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam, berlomba-lomba

manusiaยฒ dari segala penjuru mendatangi distrik memberikan bantuan logistik dan sejumlah uang. Tak lupa membawa akumulasi tukang potret digital. Padahal keikhlasan menolong tak butuh sorotan kamera handphone. Salah seorang pejabat publik terlihat berjalan tertatih-tatih sambil memanggul beras bantu korban bencana. Boleh jadi tidak ada lagi bawahan di sekitarnya sehingga rela memikul 1 karung kecil

Rojolele. Mirip kisah legenda petruk berkemeja putih bagi-bagi beras Bansos. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฐโ€™ ๐˜›๐˜ฐ๐˜ช ๐˜”๐˜ข๐˜ค๐˜ค๐˜ฐรฉ๐˜ณ๐˜ช Umar bin Khattab? Preeet.. Kemmรฉna ศ†loโ€™kuโ€™! Pencitraan dalam ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต hanya dibutuhkan oleh orangยฒ yang tidak punya harga diri. Kasihan, pahlawan kesiangan. Ada kepalsuan dalam bersikap. Terkesan, mereka jadikan

๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana alam sebagai ajang tampil di muka publik. Pura-pura peduli, namun ujungยฒnya kampanye. โ€˜Srigala Berbulu Dombaโ€™. Derita rakyat dijadikan ladang konten. Andai ada sayembara perihal: โ€œSiapa yang ingin menyelamatkan korban ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต bencana, nyemplung-lah ke sungai โ€˜Batang Ayumiโ€™ mencari orang yang hanyut, hadiahnya seekor Tรฉdong

Bulengโ€ฆ!!!โ€. Hai Soroโ€™kaโ€™! Coba Ni, Ko Mรฉloโ€™ko Nanrรฉ Balรฉ Kandรจaโ€™ dan โ€˜dikunyah gratisโ€™ buaya Sumatera. ๐Ÿฌ๐Ÿด ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ"