Dr. H. Suf Kasman, M. Ag., M.H., M. Pd

"๐•ƒ๐•–๐•Ÿ๐•ค๐•’ ๐•๐•ฆ๐•ฃ๐•Ÿ๐•’๐•๐•š๐•ค๐•ฅ๐•š๐•œ ๐•€๐•ค๐•๐•’๐•ž๐•š ๐Ÿ’ฅ ๐ˆ๐’๐‘๐€ ๐Œ๐ˆโ€™๐‘๐€๐‰: ๐๐ž๐ฅ๐ฎ๐ง๐œ๐ฎ๐ซ๐š๐ง ๐‹๐ข๐ง๐ญ๐š๐ฌ ๐ƒ๐ข๐ฆ๐ž๐ง๐ฌ๐ข; ๐’๐š๐š๐ญ ๐‹๐จ๐ ๐ข๐ค๐š '๐‹๐จ๐ฌ๐ญ ๐‚๐จ๐ง๐ญ๐š๐œ๐ญ' ๐๐ข ๐‡๐š๐๐š๐ฉ๐š๐ง ๐Š๐ฎ๐š๐ฌ๐š

๐ˆ๐ฅ๐š๐ก๐ข๐Ÿ’ฅ (๐๐š๐ ๐ข๐š๐ง ๐Ÿ ๐๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐š๐ง) Oleh: ๐’๐ฎ๐Ÿ ๐Š๐š๐ฌ๐ฆ๐š๐ง Ingin menyelami samudra ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท? Tanggalkan dulu ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ akal di laci meja. Masuklah ke dalam ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฌ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ต iman membawa ketelanjangan jiwa seutuhnya! Peristiwa ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™

๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท bukanlah sekadar rute domestik Makassarโ€“Jeddah, melainkan sebuah ๐˜๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ญ ๐˜›๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ-๐˜ฐ๐˜ง๐˜ง tunggal dalam sejarah kenabian. Lepas landas ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท berlangsung sunyiโ€”tanpa bunyi, tanpa saksi mataโ€”namun sanggup menghancurkan seluruh ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ญ nalar

hingga berkeping-keping. Sehebat apa pun intelektualitas manusia, ia akan seketika mengalami ๐˜“๐˜ฐ๐˜ด๐˜ด ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ (LOC); gagal membedah fenomena ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท melalui pisau analisis riset. Hanya 'komunitas' Abu Bakar Ash-Shiddiq lulus dalam ujian frekuensi ini. Andai kita hadir saat itu, bisa dipastikan tergolong gagal juga;

sebab terlalu mendewakan nalar sebagai satu-satunya mercusuar kebenaran dan hanya percaya jika telah melihat wujudnya. ๐‡๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐…๐ข๐ฌ๐ข๐ค๐š ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐Š๐จ๐ง๐๐ข๐ฌ๐ข ๐˜š๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ Israโ€™ Mi'raj sering dianggap tidak logis lantaran akal mengalami ๐˜š๐˜ต๐˜ข๐˜ญ๐˜ญโ€”kehilangan daya angkatโ€”saat mencoba memahami perjalanan menembus tujuh

petala langit hingga Sidratul Muntaha. Terus melambung ke puncak segala puncak; sebuah cakrawala transendental tak lagi terjangkau radar kata-kata maupun nalar manusia. Mampukah jasad terikat gravitasi melakukan ๐˜๐˜บ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค ๐˜š๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฅ menembus atmosfer dalam sekejap mata? Terjadi paradoks fisik kala bantal masih menyisakan hangat tubuh, namun Sang Nabi SAW telah

mendarat kembali di ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ landasan pacu bilik sucinya. Secara interdimensional, akal sulit menjangkau momen ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท kala Rasulullah SAW menjadi ๐˜๐˜ญ๐˜ช๐˜จ๐˜ฉ๐˜ต ๐˜“๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณโ€”mengimami ruh para Nabi dalam dimensi berbeda. Perjumpaan lintas alam ini berada jauh di luar jangkauan instrumen nalar manusia. Di sinilah

๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท membenturkan logika materialistik pada tembok kemustahilan secara keras. Instrumen nalar menggugat: mampukah jasad menembus langit tanpa terbakar gesekan udara. Namun, semesta menjawab melalui otoritas mutlak Sang Pemilik Langit: hukum alam hanyalah ๐˜š๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฅ ๐˜–๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฆ

(SOP) pemicu keteraturanโ€”ia dapat diubah kapan saja sesuai kehendak Sang Pilot Agung. ๐˜‰๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜๐˜ญ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ: ๐“๐ž๐ซ๐›๐š๐ง๐  ๐๐ข ๐€๐ญ๐š๐ฌ ๐Š๐ž๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฉ๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฅ๐š๐ฆ Mengapa misi luar angkasa dahsyat ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท justru diselimuti kegelapan malam pekat? Mengapa bukan siang benderang agar

preman-preman Jahiliyah terperangah melihatnya? Ingatlah sejarah. Tongkat Musa AS yang berubah wujud menjadi ular atau api Ibrahim AS yang mendingin adalah mukjizat visual. Begitu pun Nabi Isa AS yang menghidupkan mayat di depan mata kaumnya. Sayangnya, meski dipapar bukti kasat mata, umat terdahulu belum sepenuhnya menaruh yakin. Mereka tetap terbelenggu keraguan meski keajaiban hadir tepat di

depan hidung. Namun, ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท adalah ๐˜‰๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜๐˜ญ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ tanpa saksi seorang pun. Di sini iman diuji agar tetap ๐˜“๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ meski tanpa referensi visual atau rekaman video. Iman adalah ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ hati penangkap sinyal kebenaran di tengah kebisingan keraguan. Umat Rasulullah SAW meyakini ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™

๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท tanpa harus menyaksikan petualangan Nabinya secara empiris. Inilah kasta tertinggi dunia penerbangan spiritual: percaya sepenuhnya pada ๐˜–๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜•๐˜ข๐˜ท๐˜ช๐˜จ๐˜ข๐˜ด๐˜ช Langit meski mata lahiriah tertutup kabut tebal. ๐˜”๐˜ช๐˜ด๐˜ด๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ ๐๐š๐ง ๐๐ซ๐จ๐ค๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ฌ๐ข

๐‘๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ Ketidaklogisan ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท memuncak pada fragmen โ€œnegosiasiโ€ jumlah shalat. Apakah ๐˜”๐˜ช๐˜ด๐˜ด๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ Langit tidak tahu batas kemampuan hamba hingga harus terjadi ๐˜๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฅ ๐˜—๐˜ฐ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ? Tentu tidak. Diskon ibadah dalam ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎโ€™ ๐— ๐—ถโ€™๐—ฟ๐—ฎ๐—ท tersebut

adalah proklamasi rahmat mendahului sebuah beban. Bayangkan jika lima puluh frekuensi shalat sehari semalam dipatok sebagai flight plan wajibโ€” ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข-๐˜ฏ๐˜ชโ€™, ๐˜•๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ต๐˜ข ๐˜‰๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ. Kita pasti kehilangan napas hanya untuk shalat melulu. Jiwa akan mengalami ๐˜—๐˜ช๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ต ๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ (kelelahan hebat) dan

raga tersungkur kepayahan akibat jadwal "terbang" spiritual yang terlalu padat. Kontras sekali dengan Baginda Nabi SAW yang justru dengan sukarela shalat malam hingga bengkak kakinya karena lamanya berdiri, serta bengkak matanya akibat menangis dalam sujud. Sementara kita? Jika mata bengkak, itu bukan karena menangis dalam shalat, melainkan ๐˜•๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ซ๐˜ถโ€™

๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜ณ๐˜ฐ. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ 2 ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐‰๐š๐ง๐ฎ๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ” (๐’๐Š)"